
Surakarta – Silat Nasional Perisai Diri Cabang Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam
mencetak atlet berprestasi melalui pembinaan yang berkelanjutan. Hal tersebut terlihat dari pencapaian Raynor
Kevin Ahnaf Sani (20), mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Keolahragaan,
Universitas Sebelas Maret (UNS), yang berhasil meraih sejumlah prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Prestasi dan perjalanan kariernya disampaikan saat wawancara yang berlangsung pada Rabu, (5/8/2026), di
Unit Latihan Perisai Diri UNS, Surakarta.
Prestasi ini menegaskan konsistensi Perisai Diri Cabang Surakarta Unit Latihan UNS dalam membina atlet
muda yang berprestasi dan berkarakter.
Raynor mulai bergabung dengan Perisai Diri pada tahun 2022. Ketertarikannya terhadap olahraga pencak silat
muncul setelah menyaksikan penampilan atlet Perisai Diri, Hanif, saat bertanding melawan atlet Thailand pada
ajang SEA Games. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk bergabung dan berlatih secara serius di Unit Latihan
UNS.
“Dari situ saya lihat bagaimana mental dan tekniknya. Akhirnya saya mantap ikut latihan di Unit UNS,” ujar
Raynor.
Di bawah bimbingan Mas Rio selaku pelatih Perisai Diri Cabang Surakarta, Raynor menjalani latihan rutin
setiap Senin hingga Jumat malam serta Sabtu pagi. Sementara itu, hari Minggu dimanfaatkan untuk latihan
mandiri guna menjaga kebugaran fisik dan meningkatkan kemampuan teknik bertanding.
Perisai Diri sendiri merupakan organisasi pencak silat nasional yang didirikan oleh R.M. Soebadiman
Dirdjoatmojo pada 2 Juli 1955 di Surabaya. Organisasi ini tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga
menanamkan nilai kedisiplinan, pembentukan karakter, serta pembinaan mental kepada setiap anggotanya.
Berkat latihan yang konsisten, Raynor berhasil menorehkan berbagai prestasi. Ia menjadi Juara Kejuaraan
Nasional Pelajar di Banten pada 23–26 Desember 2023, Juara Umum I Kategori Dewasa pada UNNES Silat
Open Challenge 2025 di Semarang, serta meraih prestasi dalam Piala Wali Kota Solo Surakarta Open
Competition 1 yang diselenggarakan di GOR Indoor FKOR UNS.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi saat mengikuti Kejuaraan Nasional Pelajar di
Banten. Meski mengalami cedera hidung akibat benturan lutut lawan ketika melakukan teknik bantingan,
Raynor tetap melanjutkan pertandingan demi memberikan hasil terbaik bagi Perisai Diri.
“Sebelum bertanding persiapan saya minta restu orang tua, siapkan fisik dan mental. Teknik urusan
belakangan. Walau cedera, saya tetap maju karena ini demi nama Perisai Diri,” kenangnya.
Tidak hanya berperan sebagai atlet, Raynor juga dipercaya menjadi kader pembina. Ia turut membantu pelatih
dalam menyusun dan mendampingi program latihan bagi anggota junior sebagai bagian dari proses kaderisasi di
organisasi.
Menurut Raynor, Perisai Diri telah memberikan banyak pelajaran, bukan hanya tentang teknik bela diri, tetapi
juga tanggung jawab dan semangat untuk meneruskan ilmu kepada generasi berikutnya.
Ia berharap Perisai Diri Cabang Surakarta terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, serta mampu
mencetak lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang. Raynor juga berpesan kepada generasi muda agar
tidak ragu mencoba pencak silat dan selalu menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi sportivitas,
disiplin, dan sikap bertanggung jawab.
Dengan semangat “Bela Diri untuk Membela Kebenaran,” Perisai Diri Cabang Surakarta Unit UNS terus
berkomitmen membina pesilat yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter yang
kuat.Narasumber: Raynor, Atlet Perisai Diri Cabang Surakarta Unit UNS.
Narasumber: Raynor, Atlet Perisai Diri Cabang Surakarta Unit UNS
Pelatih: Mas Rio, Pelatih Cabang Surakarta



