Home / Sport / Atlet Jujitsu Muda Asal Pacitan Bidik PON Hingga Ajang internasional

Atlet Jujitsu Muda Asal Pacitan Bidik PON Hingga Ajang internasional

Surakarta – Atlet jujitsu berusia 18 tahun asal Pacitan, Muhammad Saipul
Fauzan, terus menunjukkan keseriusannya dalam menekuni olahraga bela diri asal
Jepang tersebut. Berawal dari pengalaman kurang menyenangkan saat masih menekuni
pencak silat, kini ia berhasil mengukir sejumlah prestasi dan menargetkan tampil di
Pekan Olahraga Nasional (PON), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga ajang
internasional dalam satu hingga dua tahun mendatang.Target tersebut disampaikan
Saipul saat ditemui di Kampus Politeknik Indonusa Surakarta pada Senin ( 06/07/2026).
Muhammad Saipul Fauzan mulai mengenal jujitsu pada 2019 setelah memutuskan
berhenti dari cabang olahraga pencak silat.

Keputusan itu diambil karena ia tidak memperoleh kesempatan bertanding sebagaimana yang sebelumnya dijanjikan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya mencari cabang olahraga lain yang dapat memberinya kesempatan untuk terus berkembang. Sejak bergabung dengan dojo di Pacitan, ia rutin mengikuti latihan dan mempelajari teknik dasar hingga lanjutan, seperti lemparan, kuncian, pukulan, dan tendangan. Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika mengikuti berbagai kejuaraan sejak 2022

Ia berhasil meraih medali emas dan perak pada Kejuaraan Kabupaten, medali
perunggu pada Kejuaraan Provinsi, juara dua di Surabaya Open Unesa, medali perak
dan perunggu di Kejuaraan Provinsi Blitar, serta medali perunggu pada kejuaraan di
Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang menjadi pencapaian terbarunya.
Dalam menjalani persiapan menghadapi kejuaraan, Saipul berlatih secara rutin dua
kali dalam seminggu. Menjelang pertandingan, intensitas latihan meningkat menjadi
empat hingga lima kali setiap pekan untuk meningkatkan teknik, kekuatan fisik, dan
kesiapan mental. Meski demikian, ia mengaku masih menghadapi beberapa kendala,

mulai dari rasa bosan saat menjalani latihan, menurunnya motivasi, hingga biaya
transportasi menuju tempat latihan yang cukup jauh dari rumah.
“Kalau latihan kendalanya pasti rasa bosan, malas, sama biaya berangkat karena
tempat latihan lumayan jauh,” ujar Saiful.

Meski demikian, semangatnya untuk berprestasi tidak surut. Ia berharap dapat
membawa kemampuannya ke tingkat yang lebih tinggi melalui berbagai kejuaraan
nasional maupun internasional.

“Target saya tahun depan atau dua tahun lagi bisa ikut PON, Kejurnas, sampai event
internasional,” katanya Selain mengejar prestasi, Saipul berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni olahraga jujitsu. Menurutnya, jujitsu bukan hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk karakter, seperti disiplin, sportivitas, rasa saling menghormati, dan pantang menyerah. Ia meyakini nilai-nilai tersebut penting dimiliki oleh anak muda untuk menghadapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *