SURAKARTA, –Olahraga panjat tebing semakin diminati oleh kalangan pelajar, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan latihan tersebut rutin dilaksanakan di Stadion Manahan yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto No. 2, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Selain memberikan pengalaman berolahraga yang menyenangkan, panjat tebing juga dinilai mampu membentuk mental, meningkatkan kemampuan fisik, serta membuka peluang bagi para atlet untuk meraih prestasi hingga tingkat internasional.

Menurut pelatih panjat tebing, Pak Tedy (58) pada tanggal 9 Juli 2026, menjelaskan bahwa olahraga ini semakin diminati anak-anak karena menghadirkan suasana latihan yang menyenangkan serta didukung oleh lingkungan pertemanan yang kompak dan saling menyemangati. Menurutnya, para peserta tidak hanya mempelajari teknik dasar memanjat, tetapi juga dibina untuk mengembangkan kerja sama, rasa percaya diri, serta sikap disiplin selama menjalani proses latihan.
Selain di Stadion Manahan, latihan rutin juga dilaksanakan di KONI Surakarta yang berada di kawasan dekat Pasar Gede. Jadwal latihan di KONI Surakarta diselenggarakan setiap hari Selasa, sedangkan latihan di Stadion Manahan berlangsung setiap hari Kamis dan Minggu. Pola latihan tersebut diterapkan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental para atlet secara berkelanjutan.
Pak Tedy menjelaskan bahwa manfaat olahraga panjat tebing tidak hanya terbatas pada peningkatan kemampuan memanjat. Menurutnya, olahraga ini juga menjadi sarana pembinaan karakter yang efektif karena mampu melatih keberanian, ketekunan, tanggung jawab, serta ketahanan mental. Pembinaan tersebut diharapkan dapat mempersiapkan para atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.
Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Pak Tedy menegaskan bahwa setiap peserta wajib memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan prima sebelum mengikuti latihan. Apabila mengalami gangguan kesehatan, seperti pusing, demam, atau merasa kurang bugar, peserta dianjurkan untuk tidak mengikuti latihan guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan.
Selain kesiapan fisik, seluruh perlengkapan panjat tebing juga harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Penggunaan alat pelindung yang layak dan sesuai standar merupakan syarat utama mengingat panjat tebing termasuk olahraga ekstrem yang memiliki tingkat risiko tinggi apabila prosedur keselamatan diabaikan.
Di akhir wawancara, Pak Tedy mengajak masyarakat, khususnya pelajar tingkat SD hingga SMA, untuk tidak ragu mencoba olahraga panjat tebing. Ia menilai bahwa olahraga tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, tetapi juga mampu membentuk karakter serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional apabila dijalani dengan disiplin, kerja keras, dan semangat yang tinggi.




