
Surakarta – Tradisi Kirab Jamasan Gangsa kembali digelar di Taman Sriwedari, Kota Surakarta. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kirab budaya tahun ini diawali dari pintu masuk Taman Sriwedari sehingga menghadirkan suasana yang lebih semarak dan menarik antusiasme masyarakat.
Kirab Jamasan Gangsa merupakan tradisi penyucian tiga patung pusaka, yakni Nyai Denok, Kyai Bagus, dan Kyai Slamet. Prosesi tersebut menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus doa agar seluruh aktivitas di Gedung Wayang Orang Sriwedari senantiasa berjalan dengan baik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya dari pintu masuk Taman Sriwedari, dilanjutkan sambutan para tamu undangan, umbul donga atau doa bersama, prosesi jamasan tiga patung pusaka, hingga rebut gunungan sayur yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan.
Pelaksanaan tahun ini menjadi yang paling meriah karena untuk pertama kalinya kirab dilakukan dari pintu masuk Taman Sriwedari. Sebelumnya, prosesi jamasan hanya berlangsung di halaman depan Gedung Wayang Orang Sriwedari.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya camat, perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, serta Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Saat ditemui awak media usai rangkaian acara, wakil wali kota Surakarta, astrid widayani menyampaikan bahwa prosesi jamasan memiliki makna spiritual bagi keberlangsungan Gedung Wayang Orang Sriwedari.
“Hari ini dipercaya sebagai bagian dari mendoakan keseluruhan aktivitas yang ada di Gedung Wayang Orang Sriwedari,” ujar wakil wali kota Surakarta Astrid Widayani
Melalui pelaksanaan Kirab Jamasan Gangsa yang lebih meriah tahun ini, tradisi tersebut diharapkan terus lestari sebagai warisan budaya Kota Solo sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda dan masyarakat luas.



