Home / Budaya / Prajurit Budaya Semarakkan CFD Solo, Parade Warga Antusias Saksikan Kirab Tradisi Keraton

Prajurit Budaya Semarakkan CFD Solo, Parade Warga Antusias Saksikan Kirab Tradisi Keraton

SOLO – Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Minggu 19 Juni 2026, untuk menyaksikan Parade Prajurit Budaya Kota Surakarta. Atraksi budaya yang dimulai dari kawasan Loji Gandrung menuju Ngarsopuro ini menampilkan barisan prajurit Keraton Surakarta Hadiningrat lengkap dengan seragam tradisional, panji kebesaran, tombak, serta senjata khas Jawa.

Iringan musik tradisional dan langkah para prajurit yang tertib menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Banyak pengunjung berhenti sejenak untuk mengabadikan momen menggunakan telepon genggam maupun kamera. Parade Prajurit Budaya merupakan salah satu agenda budaya Kota Surakarta yang digelar sebagai upaya melestarikan tradisi Keraton sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat dan wisatawan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu atraksi yang rutin mewarnai pelaksanaan CFD Solo. Seorang pengunjung asal Karanganyar, Siti Rahma (32), mengaku sengaja datang lebih pagi agar dapat menyaksikan jalannya parade dari barisan terdepan.

“Saya sering datang ke CFD, tetapi kalau ada Parade Prajurit Budaya suasananya berbeda. Anak-anak juga jadi bisa mengenal budaya Jawa secara langsung, bukan hanya dari buku,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Prasetyo (27), wisatawan asal Wonogiri, yang baru pertama kali menyaksikan atraksi tersebut.

“Menurut saya ini menarik sekali. Solo berhasil memadukan olahraga, wisata, dan budaya dalam satu kegiatan. Semoga acara seperti ini terus dilestarikan karena menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rute kirab. Selain menyaksikan parade, pengunjung juga memanfaatkan momentum CFD untuk menikmati kuliner, berolahraga, dan mengunjungi stan pelaku UMKM di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Melalui Parade Prajurit Budaya, Kota Solo kembali menunjukkan konsistensinya dalam merawat tradisi di ruang publik. Di tengah perkembangan zaman, warisan budaya Keraton tetap hidup dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, sekaligus memperkuat citra Surakarta sebagai destinasi wisata budaya.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *