Home / Life Style / Dikenal Sebagai Jurusan Paling Santai, Ternyata Begini Alasan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memilih Coffe shop Untuk Mengerjakan Tugas

Dikenal Sebagai Jurusan Paling Santai, Ternyata Begini Alasan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Memilih Coffe shop Untuk Mengerjakan Tugas

SURAKARTA — Bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan berbagai proyek ujian akhir semester, mencari tempat pengerjaan tugas yang kondusif sering kali menjadi tantangan tersendiri. Karakteristik tugas Ilmu Komunikasi yang mayoritas berbasis proyek praktis seperti pembuatan produksi media, produksi konten, hingga analisis strategi komunikasi memerlukan konsentrasi tinggi serta ruang diskusi yang fleksibel.

Hal inilah yang dirasakan oleh Hasanah (20), seorang mahasiswa semester 2 program studi Ilmu Komunikasi, yang memilih kafe sebagai ruang kerja utamanya demi menunjang produktivitas akademik.

Saat ditemui di Coffee Shop Unknown Coffee yang berlokasi di daerah Fajar Indah, Kota Surakarta, pada kamis sore (16/7). Hasanah menceritakan pengalamannya dalam memanfaatkan suasana kafe demi menyelesaikan berbagai tugas proyek kuliahnya yang padat. Di tengah alunan musik latar yang tenang dan aroma kopi yang menenangkan, ia bersama beberapa rekan sejawatnya tampak sibuk menghadap laptop masing-masing, sesekali terlibat dalam diskusi serius mengenai proyek semesteran mereka.

Menurut Hasanah, pilihan untuk bekerja di luar area kampus atau kos-kosan bukan tanpa alasan yang matang. Fasilitas pendukung yang lengkap dan atmosfer yang menenangkan menjadi faktor pembeda utama yang tidak selalu ia dapatkan di ruang kelas atau area publik kampus lainnya.

Lingkungan kampus yang cenderung formal terkadang justru membatasi ruang kreativitas mahasiswa, sementara suasana kafe yang kasual dinilai lebih mampu merangsang ide-ide segar.

“Karena kalau di coffee shop tuh enaknya kita udah dapat tempat yang nyaman, dapat Wi-Fi, udah disediakan makanan dan minuman. Kita tinggal pesan, udah dapat ketenangan, kekenyangan, dan kenyamanan di satu tempat,” ujar Hasanah saat diwawancarai di lokasi.

Lebih lanjut, Hasanah mengaku bahwa ritme perkuliahan di semester dua ini mulai mengalami peningkatan intensitas yang cukup signifikan. Selain Unknown Coffee, ia biasanya hanya memanfaatkan fasilitas di area kampus untuk berkumpul dan belajar secara singkat di jeda kelas.

Namun, jika situasi sudah membutuhkan fokus lebih mendalam atau membutuhkan suasana yang lebih memanjakan setelah seharian penuh menghadapi teori di kelas, ia dan teman-teman sejurusannya akan langsung mengalihkan tujuan ke kafe di kawasan Fajar Indah tersebut.

Fenomena menjamurnya tren work from cafe (WFC) di kalangan mahasiswa ini juga mencerminkan pergeseran gaya belajar generasi masa kini. Kafe tidak lagi sekadar menjadi tempat untuk nongkrong atau bersenang-senang, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang kerja bersama (coworking space) informal yang mendukung kolaborasi antarmahasiswa.

Di tempat seperti ini, sekat-sekat formalitas akademik mencair, memungkinkan terjadinya pertukaran ide yang lebih mengalir dan dinamis. Kini, Unknown Coffee tidak hanya menjadi ruang kerja pribadi bagi Hasanah untuk melarikan diri dari kejenuhan kamar kos, melainkan juga telah menjelma menjadi titik kumpul reguler bagi rekan-rekan satu angkatannya di program studi Ilmu Komunikasi.

Di sudut kafe inilah mereka saling berkolaborasi, memecahkan kebuntuan ide, mengejar tenggat waktu revisi, sekaligus melepas penat di tengah kesibukan akademik yang menuntut performa maksimal di akhir semester.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

Categories