
Surakarta –Meningkatnya popularitas Kampung Batik Kauman sebagai destinasi wisata di Kota Surakarta membawa dampak positif bagi berbagai pihak, termasuk para juru parkir yang setiap hari bertugas mengatur kendaraan pengunjung.
Hal tersebut disampaikan oleh seorang juru parkir yang akrab disapa Pak Gondrong dalam wawancara di kawasan pintu masuk Kampung Batik Kauman.
Pak Gondrong mengungkapkan bahwa dirinya telah bertugas sebagai juru parkir di kawasan tersebut selama kurang lebih tiga tahun, tepat sejak Kampung Batik Kauman mulai dikenal luas sebagai lokasi wisata dan spot foto yang menarik.
Menurutnya, perkembangan kawasan wisata ini cukup pesat, dimulai dari kondisi yang masih sepi hingga kini semakin ramai dikunjungi masyarakat.
“Kalau saya di sini semenjak wisata Kampung Batik Kauman menjadi spot foto, kurang lebih sudah tiga tahun. Mulai dari nol sampai sekarang ramai,” ujarnya, Selasa (30/6).
Menurut Pak Gondrong, pengunjung yang datang mayoritas berasal dari wilayah Solo Raya, seperti Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar, serta beberapa daerah lain seperti Purwodadi, Salatiga, dan Semarang.
Ia menilai daya tarik utama Kampung Batik Kauman terletak pada spot foto yang menarik dan keberadaan kafe yang banyak diminati anak muda.
Dalam menjalankan tugasnya, Pak Gondrong tidak hanya mengatur kendaraan, tetapi juga mengawasi keamanan helm milik pengunjung.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan besar seperti bus diarahkan ke area parkir wisata yang lebih luas tepatnya di parkiran Benteng Vastenburg, sedangkan mobil kecil dan Elf masih bisa masuk ke titik parkir yang tersedia agar gang sempit di kawasan itu tetap lancar.
Ramainya kunjungan wisata juga berdampak langsung pada pendapatannya.
Saat kondisi sepi, ia mengaku memperoleh sekitar Rp80.000 per hari, sedangkan pada akhir pekan atau saat ramai, pendapatannya bisa mencapai sekitar Rp100.000 per hari.
Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan yang memiliki lorong-lorong sempit, Pak Gondrong selalu mengarahkan pengunjung agar memanfaatkan area parkir yang telah
disediakan di sekitar pintu utama Kampung Batik Kauman dan area Citywalk.
Langkah Tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat sekitar maupun wisatawan tetap berjalan lancar menimbulkan kemacetan.
Keberadaan juru parkir menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kenyamanan
dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Batik Kauman. Dengan pengaturan
kendaraan yang baik, kawasan wisata ini dapat terus memberikan pengalaman yang nyaman
bagi pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarny




