SURAKARTA, 2 juli 2026 – Kisah inspiratif datang dari seorang calon mahasiswa baru
Universitas Sebelas Maret (UNS). Setelah sempat mengalami kegagalan dan ditolak dua kali
pada jalur SNBP dan SNBT, gadis yang akrab disapa Elica ini akhirnya dinyatakan resmi
diterima di jurusan Ilmu Sejarah UNS melalui jalur Ujian Mandiri (UM) Gelombang 1.
Momen haru kelulusan tersebut diketahui Elica secara tidak sengaja melalui media sosial
Instagram saat dirinya sedang beristirahat di tempat kerja. Sengaja mengambil pekerjaan
paruh waktu untuk mengisi waktu luang sebelum kuliah, Elica mengaku sempat tidak percaya
dan langsung menangis haru saat hasil pengumuman dibukakan oleh temannya. Menempuh
kuliah di UNS diakuinya merupakan impian besar yang sudah ia idam-idamkan sejak duduk
di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Waktu lihat pengumuman awal-awalnya sih aku speechless dan enggak percaya aja. Soalnya
aku dua kali itu ditolak sama UNS di SNBP dan SNBT. Ternyata di UM gelombang satu ini
aku keterima, jadi kayak enggak nyangka aja,” ujar Elica saat diwawancarai oleh Wahyu
Septiana Putri dari Politeknik Indonusa Surakarta.
Di balik keberhasilan tersebut, Elica mengungkapkan bahwa orang tua menjadi support
system nomor satu yang paling berjasa, baik dari segi pemenuhan mental maupun bantuan
finansial tanpa perhitungan untuk memfasilitasi kebutuhan les dan buku penunjang. Selain
itu, ia juga dibantu oleh rekannya, Mbak Lutfiah yang merupakan alumni jalur mandiri tahun
lalu, dalam memberikan arahan dan pemantapan persiapan ujian.
Mengenai strategi belajar, Lika memanfaatkan kombinasi buku panduan seperti Buku Paten
UTBK dan Wangsit, serta berlangganan berbagai platform web maupun aplikasi belajar
online seperti Analitika/AI Masuk PTN, dan Sainsln untuk mengikuti Try Out (TO). Guna
menyiasati rasa bosan dan kantuk jika terus-menerus belajar di kamar, Lika kerap
mengunjungi coffee shop untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan
interaktif. Saat ditanya mengenai alasan kuat memilih jurusan Ilmu Sejarah di kampus top ten
tersebut, Elica menjelaskan bahwa fokus utamanya adalah kompetensi yang akan dibangun
selama perkuliahan. Menurutnya, Ilmu Sejarah membekali mahasiswa dengan kemampuan
riset, analisis, komunikasi, penulisan, hingga cara berpikir objektif yang dinilai sangat
fleksibel dan memiliki prospek karier luas di dunia kerja masa depan.

Di akhir sesi wawancara, Elica membagikan tips bagi rekan-rekan lain yang ingin mencoba
jalur Mandiri UNS. Ia menekankan pentingnya melakukan riset mendalam mengenai
program studi yang memiliki peluang kelulusan besar serta menjaga mental agar tidak mudah
menyerah di tengah ketatnya persaingan. Setelah resmi memegang status mahasiswa, Elica
berharap dapat menuntut ilmu setinggi-tingginya, membangun jaringan relasi yang luas, serta
mengembangkan potensi dirinya secara maksimal di kampus UNS.




