#budaya #Surakarta #Monumenpers – Polinews https://polinews.my.id ProduksiMedia25 Thu, 23 Jul 2026 04:27:16 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 Mahasiswi Magang Ungkap Daya Tarik Monumen Pers Nasional https://polinews.my.id/2026/07/23/mahasiswi-magang-ungkap-daya-tarik-monumen-pers-nasional/ https://polinews.my.id/2026/07/23/mahasiswi-magang-ungkap-daya-tarik-monumen-pers-nasional/#respond Thu, 23 Jul 2026 04:19:52 +0000 https://polinews.my.id/?p=479 Surakarta – Monumen Pers Nasional menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat karena menghadirkan museum, perpustakaan, serta koleksi sejarah pers Indonesia. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum datang untuk belajar sekaligus melihat berbagai benda bersejarah yang masih terawat.

Hal tersebut disampaikan oleh Nada (21), mahasiswi Politeknik Jember yang sedang menjalani program magang di Monumen Pers Nasional Solo.

Menurut Nada, fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan pengunjung adalah perpustakaan.

“Kalau yang datang ke sini kebanyakan ke perpustakaan buat baca-baca atau sekadar mengerjakan tugas. Kalau mau lihat koleksi sejarah bisa langsung ke museum karena di sana banyak barang-barang lama seperti mesin ketik, telepon kuno, patung, sampai koran-koran lama,” ujarnya (7/7).

Lebih lanjut, Nada menjelaskan bahwa pengunjung Monumen Pers Nasional berasal dari berbagai daerah, mulai dari Solo dan sekitarnya, Yogyakarta, hingga Jakarta. Selain masyarakat umum, monumen ini juga sering menerima kunjungan rombongan taman kanak-kanak, sekolah dasar, maupun mahasiswa.

Menurutnya, waktu kunjungan paling ramai terjadi pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, terutama pada hari Jumat dan Sabtu, sedangkan jam operasional monumen dimulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB setiap hari.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, Monumen Pers Nasional telah menerapkan sistem kunjungan berbasis digital. Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu melalui layar elektronik, kemudian memilih tujuan kunjungan, seperti museum, perpustakaan, maupun ruang informasi paper.

Setelah itu, pengunjung akan memperoleh voucher Wi-Fi dan mengikuti petunjuk arah berupa garis berwarna di lantai, yaitu warna oranye menuju perpustakaan dan warna biru menuju ruang informasi paper, sedangkan akses menuju museum dapat ditempuh melalui pintu kaca dan di dekat area patung.

Sistem tersebut memudahkan pengunjung menikmati seluruh fasilitas sekaligus memperoleh pengalaman belajar mengenai sejarah pers Indonesia.

]]>
https://polinews.my.id/2026/07/23/mahasiswi-magang-ungkap-daya-tarik-monumen-pers-nasional/feed/ 0
Monumen Pers Nasional Lestarikan Koleksi Bersejarah Dunia Pers https://polinews.my.id/2026/07/23/monumen-pers-nasional-lestarikan-koleksi-bersejarah-dunia-pers/ https://polinews.my.id/2026/07/23/monumen-pers-nasional-lestarikan-koleksi-bersejarah-dunia-pers/#respond Thu, 23 Jul 2026 04:10:02 +0000 https://polinews.my.id/?p=475

Surakarta – Monumen Pers Nasional terus berupaya menjaga berbagai koleksi bersejarah sebagai bentuk pelestarian perkembangan dunia pers Indonesia. Beragam koleksi, mulai dari mesin ketik, telepon kuno, patung, hingga arsip surat kabar lama masih dirawat dengan baik agar dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan oleh Nada (21), mahasiswi Politeknik Jember yang sedang menjalani program magang di Monumen Pers Nasional Solo. Menurut Nada, koleksi surat kabar lama menjadi salah satu arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi karena tidak mudah ditemukan di tempat lain. Oleh sebab itu, pihak pengelola selalu melakukan perawatan terhadap koleksi yang mengalami kerusakan.

“Kalau ada koran atau koleksi yang rusak biasanya diperbaiki lagi, karena koleksi seperti itu mungkin hanya ada di Monumen Pers Nasional. Jadi harus benar-benar dijaga supaya tetap bisa dipelajari pengunjung,” ujarnya (7/7).

Lebih lanjut, Nada menjelaskan bahwa koleksi yang tersimpan di museum tidak hanya berupa arsip pers, tetapi juga berbagai alat komunikasi dan perlengkapan jurnalistik dari masa lampau. Menurutnya, keberadaan koleksi tersebut membuat pengunjung dapat mengetahui bagaimana perkembangan media massa dan alat komunikasi sebelum berkembang seperti sekarang.

Selain menjadi tempat penyimpanan sejarah, Monumen Pers Nasional juga banyak dikunjungi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin menambah wawasan mengenai sejarah pers Indonesia. Pengunjung berasal dari Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya yang datang untuk melihat langsung koleksi bersejarah tersebut.

Melalui upaya pelestarian koleksi yang dilakukan secara berkelanjutan, Monumen Pers Nasional diharapkan dapat terus menjadi pusat edukasi sejarah pers Indonesia. Keberadaan koleksi yang masih terawat juga menjadi bukti pentingnya menjaga warisan sejarah agar tetap dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.

]]>
https://polinews.my.id/2026/07/23/monumen-pers-nasional-lestarikan-koleksi-bersejarah-dunia-pers/feed/ 0