#Budaya – polinews http://polinews.my.id produksi media angkatan 25 politeknik indonusa surakarta Thu, 09 Jul 2026 12:22:27 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.1 http://polinews.my.id/wp-content/uploads/2025/12/logoicon.png #Budaya – polinews http://polinews.my.id 32 32 Wayang Orang Sriwedari Semakin Hidup Berkat Generasi Muda http://polinews.my.id/2026/07/09/wayang-orang-sriwedari-semakin-hidup-berkat-generasi-muda/ http://polinews.my.id/2026/07/09/wayang-orang-sriwedari-semakin-hidup-berkat-generasi-muda/#respond Thu, 09 Jul 2026 12:22:27 +0000 https://polinews.my.id/?p=2587

Surakarta – Gedung Wayang Orang Sriwedari terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kota Surakarta.

Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan Wayang Orang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama dari kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Surakarta terus mendukung pelestarian kesenian tradisional melalui berbagai kegiatan budaya di Sriwedari.

Menurut Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, peningkatan jumlah penonton menjadi indikator bahwa Wayang Orang masih memiliki daya tarik di tengah perkembangan hiburan modern.

“Alhamdulillah Gedung Wayang Orang dari tahun ke tahun semakin ramai. Saya melihat ada peningkatan jumlah penonton, khususnya anak-anak muda, sehingga ini menjadi hal yang sangat baik,” ujarnya saat diwawancarai diacara Kirab Budaya dan Jamasan Gangsa di Sriwedari (7/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat mendorong Pemerintah Kota Surakarta untuk kembali menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya di Gedung Wayang Orang Sriwedari pada tahun mendatang. Selain menjadi ruang pertunjukan seni, gedung tersebut juga dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Menurutnya, Gedung Wayang Orang Sriwedari merupakan bangunan bersejarah yang telah menjadi bagian dari perkembangan seni pertunjukan di Kota Solo. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat gedung tersebut agar tetap dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkesenian sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat.

Melalui peningkatan jumlah pengunjung dan dukungan pemerintah, Wayang Orang Sriwedari diharapkan terus berkembang sebagai ikon budaya Kota Surakarta. Berbagai kegiatan pelestarian budaya, termasuk tradisi Jamasan Gangsa, diharapkan mampu memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda sehingga keberadaannya lestari di masa mendatang

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/09/wayang-orang-sriwedari-semakin-hidup-berkat-generasi-muda/feed/ 0
Jamasan Gangsa Jadi Wujud Pelestarian Warisan Budaya Jawa http://polinews.my.id/2026/07/09/jamasan-gangsa-jadi-wujud-pelestarian-warisan-budaya-jawa/ http://polinews.my.id/2026/07/09/jamasan-gangsa-jadi-wujud-pelestarian-warisan-budaya-jawa/#respond Thu, 09 Jul 2026 12:15:28 +0000 https://polinews.my.id/?p=2582 Surakarta – Pelaksanaan Tradisi Jamasan Gangsa Wayang Orang Sriwedari kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya Jawa. Melalui kegiatan yang digelar di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Pemerintah Kota Surakarta mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi sekaligus menghormati peninggalan para leluhur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dalam sambutannya pada pelaksanaan Jamasan Gangsa Wayang Orang Sriwedari 2026.

Menurutnya, makna Jamasan Gangsa tidak hanya sebatas membersihkan atau menyucikan gamelan. Tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah ditinggalkan para leluhur, khususnya peninggalan Sri Susuhunan Pakubuwana X yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan Wayang Orang Sriwedari.

“Jamasan bukan hanya menyucikan gamelan, tetapi merupakan wujud penghormatan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya (7/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta memiliki komitmen untuk terus menjaga identitas Kota Solo sebagai Kota Budaya melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Tradisi Jamasan Gangsa yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, budaya tidak hanya diwujudkan melalui benda-benda bersejarah, tetapi juga melalui tradisi yang terus dijalankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, para seniman Wayang Orang Sriwedari, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap budaya lokal masih terus tumbuh dan perlu dipertahankan.

Melalui penyelenggaraan Tradisi Jamasan Gangsa, Pemerintah Kota Surakarta berharap masyarakat tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan dalam menghargai warisan budaya.

Tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad di Wayang Orang Sriwedari ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Jawa sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut menjaga danmelestarikan kebudayaan daera

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/09/jamasan-gangsa-jadi-wujud-pelestarian-warisan-budaya-jawa/feed/ 0
Mahasiswi Magang Ungkap Daya Tarik Monumen Pers Nasional http://polinews.my.id/2026/07/09/mahasiswi-magang-ungkap-daya-tarik-monumen-pers-nasional/ http://polinews.my.id/2026/07/09/mahasiswi-magang-ungkap-daya-tarik-monumen-pers-nasional/#respond Thu, 09 Jul 2026 12:02:10 +0000 https://polinews.my.id/?p=2574

Surakarta – Monumen Pers Nasional menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang banyak dikunjungi masyarakat karena menghadirkan museum, perpustakaan, serta koleksi sejarah pers Indonesia.

Berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum datang untuk belajar sekaligus melihat berbagai benda bersejarah yang masih terawat. Hal tersebut disampaikan oleh Nada (21), mahasiswi Politeknik Jember yang sedang menjalani program magang di Monumen Pers Nasional Solo.

Menurut Nada, fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan pengunjung adalah perpustakaan.

“Kalau yang datang ke sini kebanyakan ke perpustakaan buat baca-baca atau sekadar mengerjakan tugas. Kalau mau lihat koleksi sejarah bisa langsung ke museum karena di sana banyak barang-barang lama seperti mesin ketik, telepon kuno, patung, sampai koran-koran lama,” ujarnya (7/7).

Lebih lanjut, Nada menjelaskan bahwa pengunjung Monumen Pers Nasional berasal dari berbagai daerah, mulai dari Solo dan sekitarnya, Yogyakarta, hingga Jakarta.

Selain masyarakat umum, monumen ini juga sering menerima kunjungan rombongan taman kanak-kanak, sekolah dasar, maupun mahasiswa. Menurutnya, waktu kunjungan paling ramai terjadi pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, terutama pada hari Jumat dan Sabtu, sedangkan jam operasional monumen dimulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB setiap hari.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, Monumen Pers Nasional telah menerapkan sistem kunjungan berbasis digital. Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu melalui layar elektronik, kemudian memilih tujuan kunjungan, seperti museum, perpustakaan, maupun ruang informasi paper. Setelah itu, pengunjung akan memperoleh voucher Wi-Fi

dan mengikuti petunjuk arah berupa garis berwarna di lantai, yaitu warna oranye menuju perpustakaan dan warna biru menuju ruang informasi paper, sedangkan akses menuju museum dapat ditempuh melalui pintu kaca dan di dekat area patung.

Sistem tersebut memudahkan pengunjung menikmati seluruh fasilitas sekaligus memperoleh pengalaman belajar mengenai sejarah pers Indonesia

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/09/mahasiswi-magang-ungkap-daya-tarik-monumen-pers-nasional/feed/ 0
Monumen Pers Nasional Lestarikan Koleksi Bersejarah Dunia Pers http://polinews.my.id/2026/07/09/monumen-pers-nasional-lestarikan-koleksi-bersejarah-dunia-pers/ http://polinews.my.id/2026/07/09/monumen-pers-nasional-lestarikan-koleksi-bersejarah-dunia-pers/#respond Thu, 09 Jul 2026 11:53:46 +0000 https://polinews.my.id/?p=2571 Surakarta – Monumen Pers Nasional terus berupaya menjaga berbagai koleksi bersejarah sebagai bentuk pelestarian perkembangan dunia pers Indonesia.

Beragam koleksi, mulai dari mesin ketik, telepon kuno, patung, hingga arsip surat kabar lama masih dirawat dengan baik agar dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Nada (21), mahasiswi Politeknik Jember yang sedang menjalani program magang di Monumen Pers Nasional Solo.

Menurut Nada, koleksi surat kabar lama menjadi salah satu arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi karena tidak mudah ditemukan di tempat lain. Oleh sebab itu, pihak pengelola selalu melakukan perawatan terhadap koleksi yang mengalami kerusakan.

“Kalau ada koran atau koleksi yang rusak biasanya diperbaiki lagi, karena koleksi seperti itu mungkin hanya ada di Monumen Pers Nasional. Jadi harus benar-benar dijaga supaya tetap bisa dipelajari pengunjung,” ujarnya (7/7).

Lebih lanjut, Nada menjelaskan bahwa koleksi yang tersimpan di museum tidak hanya berupa arsip pers, tetapi juga berbagai alat komunikasi dan perlengkapan jurnalistik dari masa lampau.

Menurutnya, keberadaan koleksi tersebut membuat pengunjung dapat mengetahui bagaimana perkembangan media massa dan alat komunikasi sebelum berkembang seperti sekarang.

Selain menjadi tempat penyimpanan sejarah, Monumen Pers Nasional juga banyak dikunjungi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin menambah wawasan mengenai sejarah pers Indonesia.

Pengunjung berasal dari Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya yang datang untuk melihat langsung koleksi bersejarah tersebut. Melalui upaya pelestarian koleksi yang dilakukan secara berkelanjutan, Monumen Pers Nasional diharapkan dapat terus menjadi pusat edukasi sejarah pers Indonesia.

Keberadaan koleksi yang masih terawat juga menjadi bukti pentingnya menjaga warisan sejarah agar tetap dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/09/monumen-pers-nasional-lestarikan-koleksi-bersejarah-dunia-pers/feed/ 0
Kirab Jamasan Gangsa Tradisi Luhur yang Terus Dijaga di Kota Surakarta http://polinews.my.id/2026/07/08/kirab-jamasan-gangsa-tradisi-luhur-yang-terus-dijaga-di-kota-surakarta/ http://polinews.my.id/2026/07/08/kirab-jamasan-gangsa-tradisi-luhur-yang-terus-dijaga-di-kota-surakarta/#respond Wed, 08 Jul 2026 19:18:29 +0000 https://polinews.my.id/?p=1280

Surakarta – Tradisi Kirab Jamasan Gangsa kembali digelar di Taman Sriwedari, Kota Surakarta. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kirab budaya tahun ini diawali dari pintu masuk Taman Sriwedari sehingga menghadirkan suasana yang lebih semarak dan menarik antusiasme masyarakat.

Kirab Jamasan Gangsa merupakan tradisi penyucian tiga patung pusaka, yakni Nyai Denok, Kyai Bagus, dan Kyai Slamet. Prosesi tersebut menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus doa agar seluruh aktivitas di Gedung Wayang Orang Sriwedari senantiasa berjalan dengan baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya dari pintu masuk Taman Sriwedari, dilanjutkan sambutan para tamu undangan, umbul donga atau doa bersama, prosesi jamasan tiga patung pusaka, hingga rebut gunungan sayur yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan.

Pelaksanaan tahun ini menjadi yang paling meriah karena untuk pertama kalinya kirab dilakukan dari pintu masuk Taman Sriwedari. Sebelumnya, prosesi jamasan hanya berlangsung di halaman depan Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya camat, perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, serta Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

Saat ditemui awak media usai rangkaian acara, wakil wali kota Surakarta, Astrid widayani menyampaikan bahwa prosesi jamasan memiliki makna

spiritual bagi keberlangsungan Gedung Wayang Orang Sriwedari.

“Hari ini dipercaya sebagai bagian dari mendoakan keseluruhan aktivitas yang ada di Gedung Wayang Orang Sriwedari,” ujar wakil wali kota

Surakarta Astrid Widayani Melalui pelaksanaan Kirab Jamasan Gangsa yang lebih meriah tahun ini, tradisi tersebut diharapkan terus lestari sebagai warisan budaya Kota Solo sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda dan masyarakat luas. 

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/08/kirab-jamasan-gangsa-tradisi-luhur-yang-terus-dijaga-di-kota-surakarta/feed/ 0
Disambut meriah, prosesi rebutan gunungan sayur sukses menyita perhatian warga pada kegiatan kirab jamasan gangsa http://polinews.my.id/2026/07/08/disambut-meriah-prosesi-rebutan-gunungan-sayur-sukses-menyita-perhatian-warga-pada-kegiatan-kirab-jamasan-gangsa/ http://polinews.my.id/2026/07/08/disambut-meriah-prosesi-rebutan-gunungan-sayur-sukses-menyita-perhatian-warga-pada-kegiatan-kirab-jamasan-gangsa/#respond Wed, 08 Jul 2026 19:14:44 +0000 https://polinews.my.id/?p=1275

Surakarta – suasana meriah mewarnai rangkaian Kirab Jamasan Gangsa di taman Sriwedari saat prosesi perebutan gunungan sayur yang digelar pada Selasa (7/7) pada pukul 16.30 WIB.

Kegiatan tersebut berhasil menyita perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Gunungan sayur pada awalnya di arak dari pintu depan taman Sriwedari hingga berhenti di depan Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Setibanya di lokasi panitia tidak langsung membuka prosesi namun panitia mengarahkan para pengunjung untuk masuk kedalam Gedung Wayang Orang Sriwedari terlebih dahulu.

Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Anak anak, remaja hingga para orang dewasa berbondong bondong untuk mengikutu prosesi perebutan gunungan sayur tersebut. Mereka saling berebut hasil bumi yang di percaya membawa berkah serta salah satu bentuk rasa syukur atas hasil bumi kota Surakarta yang amat melimpah Gunungan sayur disusun dengan berbagai jenis sayuran mulai dari terong, wortel, sawi, kacang panjang dan masih bnayak jenis sayur lainnya.

Di bagian paling atas ada satu buah nanas yang menjadi penghias sekaligus penanda puncak gunungan tersebut. Setelah serangkaian kegiatan di dalam Gedung Wayang Orang Sriwedari selesai prosesi perebutan gununngan sayurun di mulai.

Masyarakat yang berhasil mendapatkan sayuran tampak antusias membawa pulang hasil rebutan sebagai bentuk partisipasi dalam tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari rangkaian Kirab Jamasan Gangsa.

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian acara setelah Umbul Donga dan Jamasan Gangsa, sekaligus memperlihatkan tingginya antusiasmemasyarakat dalam melestarikan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun di Kota Surakarta.

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/08/disambut-meriah-prosesi-rebutan-gunungan-sayur-sukses-menyita-perhatian-warga-pada-kegiatan-kirab-jamasan-gangsa/feed/ 0
Antusiasme Pelajar Semarakkan Rangkaian Kirab Jamasan Gangsa http://polinews.my.id/2026/07/08/antusiasme-pelajar-semarakkan-rangkaian-kirab-jamasan-gangsa/ http://polinews.my.id/2026/07/08/antusiasme-pelajar-semarakkan-rangkaian-kirab-jamasan-gangsa/#respond Wed, 08 Jul 2026 19:09:44 +0000 https://polinews.my.id/?p=1272
Surakarta
– Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Surakarta turut memeriahkan rangkaian Kirab Jamasan Gangsa yang di gelar di Kawasan Sriwedari, Selasa (7/7).

Pelajar yang terlibat berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMK Negeri 8 Surakarta, SMK Batik Surakarta, SMA Negeri 4 Surakarta, SMK Negeri 3 Surakarta, serta beberapa sekolah lainnya.

Mereka berperan memeriahkan arak-arakan kirab yang dimulai dari pintu depan Taman Sriwedari hingga memasuki Gedung Wayang Orang Sriwedari Salah satu peserta kirab, Atara Keyna (17), siswi SMK Negeri 8 Surakarta yang menjadi perwakilan Saka Pariwisata, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan budaya tersebut.

Menurutnya, Kirab Jamasan Gangsa merupakan pengalaman yang berkesan sekaligus menambah wawasan tentang tradisi Kota Surakarta.

“kegiatan ini cukup sakral dan menarik karna ini juga berkaitan dengan kebudayaan di Kota Surakarta”

Atara menjelaskan, Kirab Jamasan Gangsa menjadi kegiatan kedua yang diikutinya sebagai perwakilan Saka Pariwisata.

Sebelumnya, ia bersama rekan-rekannya juga telah berpartisipasi dalam arak-arakan Kirab 1 Suro. Ia menambahkan, seluruh peserta pelajar telah berkumpul di lokasi sejak pukul 14.00 WIB untuk melakukan persiapan sebelum kirab dimulai.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian acara, mereka baru menyelesaikan kegiatan sekitar pukul 17.00 WIB. Keikutsertaan para pelajar menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Melalui keterlibatan langsung dalam Kirab Jamasan Gangsa, mereka tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan tradisi budaya agar tetap dikenal oleh masyarakat luas.

]]>
http://polinews.my.id/2026/07/08/antusiasme-pelajar-semarakkan-rangkaian-kirab-jamasan-gangsa/feed/ 0